Bookmarks
I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Potensi Kabupaten Tulang Bawang Barat khususnya bidang peternakan berkembang sangat baik. Pembangunan kandang sebagai tempat pemeliharaan idealnya jauh dari pemukiman penduduk, namun kenyataannya tidak sedikit kandang pemeliharaan dibangun dekat dengan pemukiman.
Pemeliharaan ternak tidak akan pernah lepas dari masalah limbah ternak yaitu berupa kotoran yang dapat menimbulkan pencemaran lingkungan dan penyakit. Bau kotoran ternak yang menyengat dapat menimbulkan polusi udara sehingga menjadi alasan ditutupnya sebuah peternakan.
SMK Negeri I Tulang Bawang Tengah program studi agribisnis ternak unggas dengan kompetensi utama ayam pedaging dan kompetensi tambahan pemeliharaan sapi potong. Kotoran yang dihasilkan dari pemeliharaan ternak tersebut dimanfaatkan menjadi gas ( bio gas ) sebagai bahan bakar brooder. DOC berada di dalam kandang yang spesifik yang disebut kandang indukan atau brooding ring membutuhkan brooder atau pemanas sebagai penghangat selama kurang lebih dua minggu. Gas methan yang dihasilkan dari kotoran ternak digunakan untuk bahan bakar brooder. Pembakaran methan yang sempurna mengurangi efek rumah kaca pemicu pemanasan global. Pemanfaatan methan sebagai bahan bakar berarti juga mencegah pemanasan global yang berdampak buruk bagi kehidupan dan lingkungan.
B. Tujuan
Tujuan dari pemanfaatan kotoran ternak menjadi biogas adalah :
1. Biogas menjadi bahan bakar brooder.
2. Menghemat biaya pemeliharaan DOC pada masa brooding
3. Mengurangi polusi udara
4. Pencegahan penyakit
5. Memanfaatkan sludge sebagai pupuk
C. Batasan Masalah
Limbah ternak yang digunakan adalah kotoran ayam dan kotoran sapi.
II. PELAKSANAAN
A. Pembuatan Reaktor Biogas
Biogas atau sering pula disebut gas bio merupakan gas yang timbul jika bahan-bahan seperti kotoran hewan, kotoran manusia, ataupun sampah direndam di dalam air dan disimpan di tempat tertutup atau anaerob (tanpa oksigen dari udara). Proses kimia terbentuknya gas cukup rumit namun tahap akhir dari proses tersebut dapat dituliskan sebagai berikut,
CH3COOH + H2O CH4 + H2CO3
Asetat Methana
Tabel 1. Komposisi Penyusun Biogas
Jenis Gas Jumlah (%)
Methan (CH4) 54-70
Karbon dioksida (CO2) 27-45
Nitrogen (N) 0,5-3
Karbon monoksida (CO) 0,1
Oksigen (O2) 0,1
Hidrogen sulfide (H2S) < 0,1
Sumber : Pusat Informasi Dokumentasi ITB
Cara menghasilkan gas methan tidak sesulit proses pembentukannya. Cara pembuatan reaktor biogas sebagai berikut :
1. Digester dibuat dan dilengkapi lubang pemasukan bahan, pengeluaran sludge dan pengeluaran gas.
2. Tabung digester diisi kotoran ternak dan air dengan perbandingan kotoran dengan air 1 : 2 yang akan mengalami fermentasi.
3. Lubang pengeluaran gas dihubungkan dengan tabung penampung gas.
4. Tabung penampung gas dihubungkan dengan brooder melalui kran dan selang.
5. Gas methan yang terbentuk siap digunakan untuk bahan bakar brooder.
Archive
Our Partners
Text
Ahmadito
Memory 1
About
Blogger Tricks
Blogger Themes
Mengenai Saya
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
berikan komentar
BalasHapus